Fenomena Angin Kencang di Kediri Dipengaruhi El Nino, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

ilustrasi cuaca kemarau.(by radar kediri)


Kediri
– Fenomena angin kencang yang dirasakan masyarakat Kediri dalam beberapa hari terakhir masih tergolong kondisi normal. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dhoho Kediri mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena intensitas angin berpotensi menguat akibat pengaruh fenomena El Nino.

BMKG menyebut, kondisi tersebut dapat memicu sejumlah dampak, mulai dari kerusakan bangunan yang tidak kokoh hingga meningkatnya risiko kebakaran akibat kondisi udara yang kering selama musim kemarau.

Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik BMKG Dhoho Kediri, Satria Krida Nugraha, menjelaskan angin yang melanda wilayah Kediri dan sekitarnya berasal dari arah selatan. Pola angin tersebut merupakan kondisi yang umum terjadi ketika Pulau Jawa memasuki puncak musim kemarau.

"Angin kencang dari selatan ini secara umum normal terjadi ketika mendekati puncak musim kemarau. Namun intensitasnya semakin kuat karena ada fenomena El Nino," jelas Satria.

Ia memastikan fenomena angin kencang yang terjadi saat ini berbeda dengan angin puting beliung. Menurutnya, puting beliung biasanya bersifat lokal, memiliki durasi singkat, serta terjadi pada wilayah yang relatif terbatas.

Sementara itu, angin kencang akibat pola musim dan pengaruh El Nino memiliki cakupan wilayah lebih luas serta dapat berlangsung lebih lama.

Meski bukan merupakan fenomena ekstrem seperti puting beliung, Satria mengingatkan masyarakat tetap perlu melakukan langkah antisipasi. Beberapa sektor yang perlu diperhatikan antara lain transportasi, kondisi bangunan, serta potensi kebakaran lahan maupun permukiman.

Menurutnya, tingkat risiko yang ditimbulkan angin kencang sangat bergantung pada kondisi masing-masing wilayah. Bangunan dengan struktur yang sudah rapuh menjadi salah satu yang paling rentan terdampak.

Pemilik rumah maupun bangunan diminta memeriksa kondisi atap, terutama bagian yang sudah mengalami kerusakan. Embusan angin yang lebih kuat berpotensi menyebabkan material bangunan terlepas apabila tidak dalam kondisi baik.

Selain itu, sektor transportasi juga perlu menjadi perhatian. Angin dari arah samping dapat memengaruhi kestabilan kendaraan, terutama pada moda transportasi yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap hembusan angin.

Satria juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Kondisi puncak musim kemarau membuat kelembapan udara rendah, sementara angin kencang dapat mempercepat penyebaran api.

"Pada puncak musim kemarau, kelembapan udara sangat rendah ditambah angin kencang. Jika terdapat sumber api, penyebaran api sangat memungkinkan berlangsung lebih cepat. Karena itu masyarakat harus benar-benar memperhitungkan apabila hendak membakar sesuatu," pungkasnya.

BMKG Dhoho Kediri mengimbau masyarakat terus mengikuti informasi perkembangan cuaca dan melakukan tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko akibat perubahan kondisi atmosfer selama musim kemarau.(red/lis)

Posting Komentar

0 Komentar