Tulungagung - Peristiwa kebakaran menghanguskan sebuah kandang ayam petelur di Dusun Plandangan, Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Minggu (19/7/2026) malam. Insiden tersebut mengakibatkan sekitar 3.000 ekor ayam petelur mati terbakar bersama bangunan kandang yang sebagian besar terbuat dari bambu dan kayu.
Akibat kejadian itu, pemilik kandang, Munir (40), warga Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru, diperkirakan mengalami kerugian material hingga mencapai sekitar Rp400 juta.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kebakaran diketahui sekitar pukul 23.30 WIB. Sebelumnya, sekitar pukul 22.00 WIB, Munir masih sempat mengecek kondisi kandang dan memastikan alat penghangat untuk ternak ayam yang menggunakan bahan bakar gas LPG dalam keadaan menyala sebagaimana mestinya.
Usai melakukan pengecekan, Munir meninggalkan kandang untuk membantu keluarganya yang tengah menggelar hajatan sekitar 100 meter dari lokasi peternakan. Sekitar pukul 23.00 WIB, ia bersama sejumlah warga mendengar suara menyerupai benda terbakar. Saat menoleh ke arah kandang, mereka melihat kobaran api disertai kepulan asap tebal yang terus membesar.
Mengetahui hal tersebut, korban bersama warga segera menuju lokasi dan berupaya melakukan pemadaman secara manual. Namun, api sudah terlanjur membesar sehingga dengan cepat melalap bangunan kandang yang didominasi material mudah terbakar seperti bambu dan kayu. Besarnya kobaran api membuat upaya penyelamatan ribuan ayam di dalam kandang tidak dapat dilakukan.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Polsek Kedungwaru yang langsung meneruskan informasi kepada petugas Pemadam Kebakaran. Sekitar 15 menit setelah laporan diterima, petugas tiba di lokasi dan melakukan proses pemadaman. Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 00.40 WIB, tetapi seluruh bangunan kandang beserta sekitar 3.000 ekor ayam petelur telah hangus terbakar. Yang tersisa hanya tiang-tiang bangunan berbahan beton.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto, mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta keterangan sejumlah saksi mengarah pada dugaan kebocoran alat pemanas berbahan bakar gas LPG sebagai pemicu kebakaran.
Menurutnya, saat kejadian tidak ada seorang pun yang berjaga di kandang karena pemilik sedang menghadiri hajatan keluarga. Selain itu, lokasi kandang yang relatif jauh dari permukiman menyebabkan kebakaran baru diketahui setelah api membesar.
"Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan para saksi, api diduga berasal dari kebocoran alat pemanas ternak ayam yang menggunakan bahan bakar gas LPG. Kebocoran tersebut tidak diketahui sehingga api dengan cepat membakar kandang yang sebagian besar terbuat dari kayu dan bambu," ujar Iptu Nanang, Senin (20/7/2026).
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi pemilik kandang karena seluruh bangunan beserta ribuan ayam petelur tidak dapat diselamatkan.
Polres Tulungagung mengimbau para peternak agar lebih rutin memeriksa instalasi gas, regulator, selang, maupun peralatan lain yang menggunakan sumber panas. Pemeriksaan berkala dinilai penting untuk memastikan seluruh perangkat dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan, sehingga risiko kebakaran dapat diminimalkan dan kejadian serupa tidak kembali terulang.(red/lis)

0 Komentar